Kamis, 05 September 2013

PENGERTIAN BERITA



PENGERTIAN BERITA
Berita adalah informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi. Berita dapat disajikan dalam bentuk media cetak, internet, siaran, atau dari mulut ke mulut.
Wartawan memiliki tugas penting dalam mencari serta mengumpulkan laporan berita. saat berita dilaporkan oleh wartawan, laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita.
Pada umumnya stasium televisi memiliki acara berita dan menayangkannya sepanjang waktu. Kebutuhan berita sangat penting bagi masyarakat sebagai penambah wawasan.

Berita merupakan bentuk laporan tentang suatu kejadian yang sedang terjadi baru baru ini atau keterangan terbaru dari suatu peristiwa. Dengan kata lain berita adalah fakta menarik atau sesuatu hal yang penting yang disampaikan pada masyarakat orang banyak melalui media. Tapi tidak semua fakta bisa diangkat menjadi suatu berita oleh media. Karena setiap fakta akan dipilih mana yang pantas untuk disampaikan pada masyarakat.

Asal mula kata Berita sejarahnya
Kata BERITA sebenarnya berasal dari bahasa sansekerta "VIRIT" atau dalam bahasa inggris disebut "WRITE" yang sebenarnya berarti "TERKADI" atau "ADA". Beberapa orang juga ada yang meyebut kata ini dengan kata "VRITTA" yakni "KEJADIAN" atau "YANG SEDANG TERJADI".
Sedangkan menurut kamus besar bahasa indonesia "BERITA" adalah cerita atau keterangan mengenai kjadian atau peristiwa yang hangat.

Jenis -jenis berita 
Jenis-jenis berita yang di kenal dalam dunia jurnalistik adalah sebagai berikut:

A. Straight news adalah Berita langsung apa adanya. di tulis secara singkat dan lugas.
B. Depth news adalah Berita mendalam di kembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan.
C. Investigation news adalah Berita yang di kembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber.
D. Interpretative news adalah Berita yang di kembangkan dengan pendapat atau penilaian penulisnya/reporter.
E. Opinion news adalah Berita mengenai pendapat seseorang seperti tokoh,ahli,cendekiawan mengebai sesuatu.

Unsur penting dalam berita
Unsur penting dalam sebuah berita adalah 5W + 1H yaitu merupakan singkatan dari “what, who, when, where, why, how,”
Penjelasan dari 5w + 1H adalah :
  • WHAT = (Apa) topik dari suatu berita tersebut apakah kejadian atau peristiwa.
  • WHO = (Siapa) pelaku penting dalam peristiwa tersebut.
  • WHEN = (Kapan) peristiwa itu berlangsung.
  • WHERE = (Dimana) tempat kejadian peristiwa tersebut.
  • WHY = (kenapa) yaitu pertanyaan untuk mengetahui bagaimana sebuah peristiwa dapat terjadi.
  • HOW = (Bagaimana) kejadian itu dapat terjadi.
Sifat berita
Sifat dari berita adalah sebagai berikut :
  1. Aktual (baru). Hal-hal yang baru lebih memiliki nilai berita dibandingkan hal-hal yang terjadi sudah lama.
  2. Jarak (jauh/ dekat). Khalayak lebih tertarik akan kejadian yang terjadi di sekitar mereka dibandingkan dengan kejadian di tempat yang lebih jauh.
  3. Penting. Sesuatu menjadi berita saat dianggap penting, karena berpengaruh pada kehidupan langsung.
  4. Akibat. Sesuatu menjadi berita karena memiliki dampak yang besar
  5. Pertentangan/ konflik.
  6. Seks.
  7. Ketegangan.
  8. Kemajuan-kemajuan. Inovasi baru atau perubahan.
  9. Emosi, segala sesuatu yang apabila dikabarkan akan membuat marah, sedih, kecewa.
  10. Humor.
Pelaku - pelaku dalam suatu peristiwa
1. Pelaku dalam suatu peristiwa = yaitu orang orang yang terlibat dalam kejadian tersebut, contoh = sanksi mata, pelaku utama. Pelaku ini menjawab bagian WHO dari 5W + 1H.
2. Wartawan = pembuat berita / pencari berita.
Wartawan bertugas mencari dan mengumpulkan informasi yang nantinya akan menjadi suatu berita.
3. Konsumen = yaitu pembaca berita itu sendiri.

Berita harus bersifat lugas, sederhana, menarik, singkat, netral ( bahasa yang digunakan cocok untuk semua kalangan )

Media dalam penyampaian berita
Berita harus disampaikan kepada masyarakat secara luas.Media merupakan satu kunci terbesar dalam menyampaikan berita di masyarakat. Media yang digunakan dalam menyampaikan berita adalah :
1. Media cetak = koran, majalah, tabloid.
2. Media elektronik = televisi, radio, internet.
3. Dari mulut ke mulut.

Demikian artikel tentang Berita yang dapat saya sampaikan. Banyak banyaklah membaca berita agar wawasan anda dapat berkembang. Saya sarankan anda untuk membaca berita unik dan aneh karena berita tersebut merupakan berita yang paling banyak dicari.

Jumat, 30 Agustus 2013

Macam-macam Surat



SURAT-MENYURAT
Berdasarkan sifatnya, surat dibedakan atas dua jenis, yaitu surat dinas/resmi dan surat pribadi/tidak resmi. Surat dinas dibuat oleh instansi atau lembaga dan menggunakan bahasa serta format surat yang baku. Adapun surat pribadi dibuat oleh perseoragan, berisi masalah pribadi. Bahasa dan format yang digunakan tidak harus baku.
Berdasarkan isinya, surat resmi dibedakan berbagai macam, antara lain surat perjanjian, surat kuasa, pengumuman, memo, proposal, surat niaga, dan sebagainya.
1.Surat Perjanjian
Surat perjanjian biasanya dibuat dalam urusan jual-beli atau sewa-menyewa. Surat perjanjian jual-beli atau sewa-menyewa setidaknya memuat judul surat, identitas kedua pihak (nama, alamat, pekerjaan), pernyataan melakukan perjanjian atau kesepakatan, isi kesepakatan, tempat dan tanggal pembuatan, nama dan alamat saksi-saksi, tanda tangan pihak-pihak yang bersepakat dan para saksi.
2.Surat Kuasa
Surat kuasa harus memuat judul surat (“SURAT KUASA”), iodentitas pemberi dan penerima kuasa, hal yang dikuasakan, tempat dan tanggal surat, tanda tangan pemberi kuasa.
3.Memo
Memo adalah surat yang digunakan intrainstansi. Biasanya dibuat dari atasan untuk bawahan antau antara pejabat satu dengan pejabat lain yang setingkat. Unsur memo adalah judul (“MEMO”), Dari, Untuk, isi memo (ditulis tanpa basa-basi, langsung mengarah ke isi), paraf pemberi memo.
4.Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran kerja dibuat oleh seseorang saat ingin melamar suatu pekerjaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan surat lamaran kerja adalah (a) dibuat dengan format resmi, (b) ditulis dengan rapi, (c) menunjukkan identitas pelamar (nama, pendidikan, alamat), (d) disertai lampiran yang diperlukan. 
5.Proposal
Proposal dibuat untuk memperoleh bantuan atau pun izin bagi terselenggaranya suatu acara. Isi proposal meliputi nama kegiatan, latar belakang, tujuan, bentuk kegiatan, pelaksana, jadwal pelaksanaan, keuangan/pendanaan, penutup, tanda tangan ketua/penanggung jawab kegiatan. 
proposal, yaitu rencana kegiatan yang disusun secara sistematis untuk diusulkan pelaksanaannya. Usulan tersebut disampaikan kepada pihak tertentu untuk mendapatkan izin pelaksanaan atau bantuan. Karenanya, proposal perlu ditulis secara baik dan lengkap. 
Proposal yang lengkap mengandung komponen sebagai berikut:
1.judul kegiatan
2.nama kegiatan
3.dasar pemikiran diadakannya kegiatan
4.bentuk kegiatan
5.tujuan kegiatan
6.waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan
7.panitia penyelenggara
8.besarnya biaya dan sumber dana
9.penutup.
Jika kamu menyusun proposal, perhatikanlah hal-hal berikut:
1.Unsur-unsur proposal harus ditulis secara runtut dan lengkap.
2.Uraian tiap-tiap unsur hendaknya singkat, padat, dan jelas.
3.Hindarilah penggunaan bahasa konotatif yang "berbunga-bunga".
4.Proposal harus ditulis secara rapi.

Senin, 15 Oktober 2012


PERUMUSAN KOMPETENSI

 

1. Pengertian Kompetensi

Istilah kompetensi didefinisikan sebagai sekumpulan pengetahuan, keterampilan,

sikap, dan nilai sebagai kinerja yang berpengaruh terhadap peran, perbuatan, prestasi, serta

pekerjaan seseorang. Dengan demikian, kompetensi dapat diukur dengan standar umum

serta dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Menurut Spencer dan Spencer

(1993) kompetensi merupakan karakterisitik mendasar seseorang yang berhubungan secara

timbal balik dengan suatu kritieria efektif kompetensi dan atau kecakapan terbaik seseorang

dalam pekerjaan atau keadaan.

Lebih lanjut Spencer (1993) menyebutkan lima tipe kompetensi, kelima tipe tersebut

adalah sebagai berikut.

a. Motif, sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berpikir secara konsisiten atau keinginan

untuk melakukan suatu aksi. Misalnya, seseorang yang mempunyai motivasi akan

menentukan tantangan untuk drinya sendiri, kemudian bertanggung jawab untuk

menghadapi tantangan tersebut dan menggunakan balikan untuk memperbaikinya.

b. Pembawaan, karakteristik fisik yang merespon secara konsisten berbagai situasi atau

informasi. Misalnya, reaksi terhadap waktu dan sudut pandang yang baik adalah

kompetensi bawaan dari seorang pilot pesawat empur. Kontrol emosi diri dan inisiatif

merupakan respon konsisten yang lebih kompleks. Kompetensi bawaan yang dapat

mengontrol emosi diri dan menumbuhkan inisiatif merupakan kompetesi dari seorang

manajer yang berhasil.

c. Konsep diri, adalah tingkah laku, nilai, atau citraan (image) seseorang. Misalnya, percaya

diri. Seseorang yang percaya diri akan bekerja efektif pada berbagai situasi yang

berbeda.

d. Pengetahuan, adalah informasi khusus yang dimiliki seseorang. Misalnya, ahli bahasa

memiliki pengetahuan tentang teori-teori kebahasaan.

e. Keterampilan, adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara fisik dan mental.

Misalnya, sastrawan memiliki pengetahuan dan kemampuan menciptakan karya sastra.

Kelima tipe kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan

pengembangan kemampuan siswa dalam pembelajaran.

 

2. Cara Penyusunan Kompetensi

Penyajian kompetensi yang baik haruslah dapat kecakapan berpikir, bekerja, dan

prestasin seseorang. Dalam penyusunan kompetensi, perlu adanya perubahan penekanan

pola pikir dan pola tindakan dari ”Apa yang harus dipelajari seorang siswa ke bagaimana

membelajarkan siswa?” Selanjutnya, diperlukan persiapan yang memadai untuk menyusun

kompetensi.

Penyusunan kompetensi tidak dapat dilakukan sekali jadi. Diperlukan perbaikan dan

pemantapan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Langkah-langkah dalam menyusun

kompetensi dapat dilakukan seperti berikut ini.

a. Menentukan kompetensi lulusan/hasil belajar pada akhir satu atau serangkaian

pembelajaran. Gunakan kata-kata kerja dari taksonomi Bloom, Kratwohl, atau Anderson.

Penentuan kompetensi perlu menjawab hal-hal berikut:

1) Isi/pengetahuan (apa yang harus diketahui siswa?)

2) Keterampilan (bagaimana cara siswa melakukan sesuatu?)

3) Sikap (bagaimana cara siswa berperilaku?)

4) Nilai (bagaimana keyakinan siswa terhadap sesuatu?)

b. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti (jelas, lugas, tegas, serta dapat dikerjakan dan

dinilai) oleh siswa dan pembaca umum, termasuk guru, orangtua, dan pengambil

keputusan.

c. Nyatakan target pencapaian kompetensi yang memberikan informasi tentang

sejauhmana target kompetensi tersebut dapat dicapai?

d. Batasi kompetensi yang akan dicapai pada setiap kegiatan pembelajaran agar lebih

terarah dan lebih fokus.

e. Klasifikasi kompetensi yang sejenis ke dalam standar kompetensi, namun jangan

memaksakan perumusan kompetensi yang terlalu sarat. Jika dianggap perlu, rumuskan

kompetensi secara terpisah.

f. Koordinasikan kompetensi yang memerlukan urutan untuk menunjukkan

perkembangan, kesinambungan, keutuhan, dan keberlanjutan. Tunjukkan peningkatan

penguasaan kompetensi dari yang lebih mendasar ke yang rumit, dan kompleks dalam

urutan yang utuh.

g. Hindari mencampurkan definisi kompetensi (apa yang siswa harus ketahui dan lakukan)

dengan standar kinerja (seberapa baik) dan penilaian.

h. Hindari anggapan untuk dapat merumuskan kompetensi secara sempurna pada tahan

permulaan. Lakukan secara bertahap.

Dalam menyiapkan pembelajaran, khususnya ketika membuat silabus, guru perlu

mengkaji Standar Kompetensi sebagaimana tercantum pada Standar Isi dengan

memperhatikan hal-hal berikut:

(1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi,

tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi;

(2) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;

(3) Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.

Perumusan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi dilaksanakan secara berkesinambungan pada setiap akhir tahapan kegiatan belajar siswa yang dirumuskan dalam setiap tujuan pembelajaran khusus. Semua siswa (secara individual) harus menyelesaikan semua tahap kegiatan belajarnya, dalam upayanya mencapai tujuan pembelajaran umum, dimana guru mengobservasikan ketuntasan belajar siswa setiap tahapan dan mengukurnya sesuai dengan standar performansi yang harus diunjuk kerjakan siswa, seperti yang dirumuskan dalam indikator keberhasilan pembelajaran.
Berdasarkan matriks perencanaan dan pengembangan kegiatan pembelajaran, dapat dibuat matriks evaluasi proses dan hasil belajar siswa berbasis kompetensi.
Pendidikan berbasis luas yang berorientasi pada kecakapan hidup dilaksanakan dengan pembelajaran berbasis kompetensi. Materi pelajaran esensial yang minimal (minimum learning material) harus dikuasai dan dimiliki siswa, dapat diambil dari kurikulum 1994, melalui analisis materi pelajaran (AMP). Kompetensi dasar akademiki diperoleh siswa dalam pembelajaran siswa aktif yang mengintegrasikan methodological objectives dan content objectives. Tujuan kecakapan hidup diperoleh siswa dalam pembelajaran selanjutnya yaitu kegiatan aplikasi konsep (life skill objectives) dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi dasar diperoleh siswa dalam kegiatan pembelajaran intra kurikuler, dengan sasaran penguasaan materi pelajaran minimal yang harus dikuasai secara tuntas (mastery learning). Materi pelajaran yang kurang penting dapat dijadikan bahan pembelajaran ko-kurikuler, misalnya dalam bentuk tugas pengembangan atau pekerjaan rumah, yang berorientasi pada pengembangan wawasan keilmuan siswa.

Indikator Hasil Belajar

 

Tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka melakukan proses pembelajaran tertentu.Dengan demikian, indikator hasil belajar merupakan kemampuan siswa yang dapat diobservasi (observable).Artinya, apa hasil yang diperoleh siswa setelah mereka mengikuti proses pembelajaranIndikator Hasil Belajar

·   Indikator adalah penanda tercapaian/ketidak-tercapaian KDSetiap sebuah Kompetensi Dasar dapat dijabarkan dalam beberapa indikator hasil belajar (satu KD memiliki beberapa indikator)Perumusan Indikator Hasil Belajar mengunakan kata-kata operasionalIndikatordikembangkansesuaidengankarakteristikpesertadidik, satuanpendidikan, danpotensidaerahDigunakansebagaidasaruntukmenyusunalatpenilaianPerumusan Indikator Hasil Belajar

·  Merumuskan IndikatorSetiap kompetensi dasar dikembangkan menjadi beberapa indikatorKeseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK-KD. Indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke kompleks, dekat ke jauh, dan dari konkrit ke abstrak (bukan sebaliknya).Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.

·  Merumuskan IndikatorLanjutan ...Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran. Indikator harus dapat mengakomodasi karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai. Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotorik.

·   Contoh Indikator Hasil Belajar SMA

·  1Diklat/BimtekTPMKSSAKurikulum Tingkat Satuan PendidikanPENETAPANKriteriaKetuntasanMinimal

·  PENGERTIANKriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan.KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi

· KKM ditetapkanolehsekolahpadaawaltahunpelajarandenganmemperhatikan:Intake (kemampuan rata-rata pesertadidik)Kompleksitas (mengidentifikasiindikatorsebagaipenandatercapainyakompetensidasar)Kemampuandayapendukung (berorientasipadasumberbelajar)

·  RAMBU - RAMBUKKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mapel di satuan pendidikanKetuntasan Belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100%.Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal, dan berupaya secara bertahap meningkatkan untuk mencapai ketuntasan maksimalNilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Peserta didik

·  FUNGSI KKMSebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai KD mata pelajaran yang diikuti.Sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran.Dapat digunakan sebagai bagian komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah.Merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan satuan pendidikan dengan masyarakat.Merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran.